Headlines

Tak Kantongi Izin TInggal, Warga Filipina Diamankan di Bolsel

Posted by Unknown | Kamis, 02 April 2015 | Posted in ,


Bendera Filipina
BOLSEL – Tim pengawasan orang asing dari Kodim 1303 Bolmong mengamankan seorang warga Mindanao, Filipina bernama Isran Ibanis (36). Isran tertangkap di Desa Nunuk, Kecamatan Pinolosian Induk,  dan langsung diamankan di kantor Imigrasi kelas III Kotamobagu,Rabu (1/4).
Informasi yang dirangkum dari pihak berwenang, Isran diamankan karena tak mengantongi dokumen resmi berupa Kartu Izin Tinggal Sementara (Kitas), juga paspor. Menariknya, terungkap dari pengakuan Isran bahwa dia memiliki ayah bersuku Mongondow.
Penangkapan ini bermula dari informasi yang diperoleh Kesbangpol Bolsel bahwa ada orang asing yang tinggal di Desa Nunuk. Laporan ini kemudian diteruskan ke tim pengawasan orang asing Kodim 1303 Bolmong yang langsung bergerak menuju Desa Nunuk untuk melakukan pemantauan. Usaiberkoordinasi dengan kepala desa setempat, tim lalu melakukan pemeriksaan.
“Setelah diperiksa, ternyata Isran  tak ada paspor atau izin tinggal. Dia (Isran, red) mengaku sebelumnya tinggal di Filipina,” kata salah satu anggota tim pengawas.
Saat dilakukan interogasi lebih lanjut, terungkap bahwa Isran tiba di Indonesia dengankapal ikan untuk mencari ayahnya yang tinggal di Desa Babo, Kecamatan Sangtombolang, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong). Dia mengaku sejak berusiatiga tahun, sudah berpisah dengan ayahnya. Sayangnya, saat tiba di Bolmong, diketahui ayahnya sudah meninggal.
“Ayah saya namanya Saruddin Paputungan, tapi sudah meninggal. Saya ke Bolmong, karena ada juga ABK asal Babo yang ikut kapal ikan. Sehingga bisa ada di sini,” ucapIsran.
Marsaly Labagau, warga Nunuk yang rumahnya menjadi tempat tinggal Isran mengatakan kalau dia bertemu Isran sejak tiga bulan lalu. Marsaly juga mengaku, sudah melapor ke aparat desa terkait bermukimnya Isran.
“Waktu itu Isran mau cari kerja di perusahan KKP. Kita bertemu di sana. Setelah berbicara, saya tawarkan untuk dia buat perahu. Ternyata Isran mampu buat perahu,” kata Marsaly usai dimintai keterangan tim dari Kodim.
Kepala kantor Imigrasi kelas III Kotamobagu Arthur Mawikere mengatakan, untuk saat ini Isran akan dititip di kantor Imigrasi Kotamobagu. Sambil akan berkoordinasi dengan konsulat jenderal (Konjen) Filipina di Manado. Selain itu masih akan terus dilakuan pengembangan terkait status kewarganegaraan Isran.“Kemungkinan besar dia akan dideportasi,” ujar Arthur.



Peliput: Febby Manoppo
Editor: Tonny Damopolii

Perda Air Bersih akan Dibahas Tahun Ini

Posted by Unknown | Selasa, 24 Maret 2015 | Posted in , , , , ,

Ilustrasi
BOLSEL – Keluhan masyarakat terkait pasokan air bersih di Bolsel tampaknya ditanggapi pihak pemerintah daerah. Rencananya dalam waktu dekat, Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) terkait air bersih akan segera diusulkan untuk dibahas di DPRD.

Sebenarnya, saluran air bersih telah dibangun oleh pemerintah Provinsi beberapa tahun lalu. Namun belum dikelolah secara maksimal karena belum ada pengelolahnya. Pemda sendiri baru sebatas menganggarkan untuk biaya pemeliharaan karena belum ada pengalihan aset.

James Lontoh salah satu anggota legislatif Bolsel yang juga sempat mengeluhkan soal susahnya mendapatkan pasokan air bersih di desanya, mengatakan siap membahas Perda tersebut. "Tahun ini perda air bersih akan segera ditetapkan, tinggal menunggu dokumen-dokumen dari pihak eksekutif saja, yang nantinya akan dibahas di DPRD," kata Lontoh.

Ia juga meminta agar instansi terkait dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum(PU) harus  lebih proaktif dalam mengatasi masalah air bersih ini. "Sambil menunggu itu diperdakan, kerusakan yang ada juga harus cepat ditangani, di Dinas PU itu kan ada tenaga-tenaga tekhnis yang paham, maka untuk sementara diperbaiki dulu karena anggarannya kan ada. Karena rencananya jika sudah diperdakan maka sudah ada pengelolah dan penanggung jawab yang akan menangani itu, namun untuk saat ini ditindaki dulu karena kasihan masyarakat, saya juga merasakan di rumah saya saja itu sangat susah memperoleh air bersih," saran dia.(feb)

Pengurus Golkar Bolsel Bakal Dirombak

Posted by Unknown | Jumat, 20 Maret 2015 | Posted in , ,




Syachrial: Iskandar Kamaru Jadi Plt
Syachrial Damopolii.

BOLSEL – Kisruh partai Golkar pasca penetapan Kemenkumham soal keabsahan partai versi Munas Ancol (Baca: kubu Agung Laksono) dampaknya makin terasa di daerah. Kepengurusan Loyalis Abu Rizal Bakrie (baca: Munas Bali) di DPD I dan II mulai digoyang. tak terkecuali di wilayah paling selatan BMR, Bolsel.
Terbaru, kepengurusan PG Agung Laksono dikabarkan telah memberikan legitimasi untuk melakukan perombakan pengurus DPD II Bolsel yang saat ini dipimpin Abdul Razak Bunsal. Belakangan, informasi ini dibenarkan Koordinator Daerah (Korda) Bolmong Raya, DPD I PG Sulut versi Munas Ancol, Syachrial Damopolii.
"Rencananya kita akan menunjuk Iskandar Kamaru untuk menjadi Plt Ketua Partai di Bolsel dan Reiner Ointu sebagai Korwil Bolsel dari DPD I PG Sulut," ujar dia, Kamis (19/3) melalui telepon genggam, sembari menyebut kemungkinan Musyawarah Daerah (Musda) DPD II PG Bolsel akan dilaksanakan bulan April mendatang.
Mantan Ketua DPR Sulut dua periode ini juga mengatakan bahwa tetap akan mengakomodir anggota dan pengurus lama. “Hanya kepengurusannya yang akan dirubah. Tidak ada pecat-memecat kecuali tidak mau mengakui kepengurusan yang baru ini, tentunya ada konsekuensi partai," jelas Syachrial.
Abdul Radjak Bunsal yang dikonfirmasi terpisah belum mau menanggapi banyak soal perombakan ini. "Kita tunggu perkembangan selanjutnya," terang Bunsal yang juga menjabat wakil ketua Dekab Bolsel.
Iskandar Kamaru yang dimintai tanggapan soal ini mengaku siap jika nantinya ditunjuk sebagai Plt. "Saya masih menunggu SK. Jika sudah ada maka semua perintah partai akan dijalankan termasuk mengakomodir semua anggota dan kader PG," ungkap Kamaru.



Peliput: Febby Manoppo
Editor: Tonny Damopolii

Warga Momalia I Tuntut Botutihe Kembali Jabat Sangadi

Posted by Unknown | Rabu, 11 Maret 2015 | Posted in ,

Penggambaran 
MOLIBAGU– Warga Desa Momalia I Kecamatan Posigadan, Rabu (11/3) kemarin, melakukan aksi damai terkait diberhentikannya Syarifudin Botutihe yang menjabat sebagai sangadi. Aksi yang dilakukan terfokus pada dua titik yaitu kantor BPMD dan kantor Bupati Bolmong Selatan (Bolsel).
Inti dari aksi damai tersebut menuntut  dikembalikannya jabatan Sangadi kepada Syarifudin Botutihe yang diberhentikan beberapa waktu lalu. Pada aksi kedua yang dilakukan di Kantor Bupati, langsung diterima oleh Wakil Bupati Sjamsul Badu.   
Apris Ruchban, Kordinator lapangan (Korlap) pada aksi itu menilai bahwa diberhentikannya Sangadi tersebut tidak sesuai dengan aturan yang berlaku. “Yang kami inginkan adalah Sangadi Momalia I Syarifudin Botutihe agar menjabat kembali, karena menurut kami apa yang dilakukan tidak sesuai dengan aturan. Kami sadar bahwa apa yang dilakukan sangadi saat menanda tangani surat pemberhentian tersebut dalam keadaan emosi. Walaupun begitu kami sebagai masyarakat datang kesini untuk mencari solusi agar supaya sangadi kami ini menjabat kembali,” ujar Ruchban.
Sementara itu, Wabup Sjamsul Badu saat menerima aspirasi masyarakat menjelaskan beberapa alasan diberhentikannya Sangadi menurut undang-undang yang berlaku sudah sesuai dengan prosedur. “Pada UU nomor 6 tahun 2014 menjelaskan diberhentikannya sangadi ada beberapa alasan yang pertama meninggal dunia, kedua atas permintaan sendiri, yang ketiga diberhentikan oleh pemerintah karena sudah melanggar UU. Apa yang dilakukan Sangadi menurut kami pemerintah sudah sah karena yang bersangkutan mengundurkan diri atas permintaan sendiri juga langsung menandatangani surat pemberhentian tersebut ,” ujar Wabup.

Lanjutnya, pemerintah daerah tidak ada kepentingan, tidak pula berdiri pada siapa. Pemerintah sendiri sebagai jalan tengah untuk menyelesaikan masalah ini. “Aspirasi masyarakat kami akan tampung dan menindak lanjutinya. Kami tidak bisa menabrak aturan yang berlaku, karena itu ada solusi terbaik dari pemerintah pada saat pencalonan nanti yang bersangkutan bisa mencalonkan diri kembali. Untuk masalah lainya menyangkut hal ini saya perintahkan instansi terkait untuk mengecek kebenarannya dilapangan,” tutup Badu.



Peliput: Febby Manoppo
Editor  : M S
aputra Tohis

H2M Kembali Nakhodai PDIP Bolsel

Posted by Unknown | Senin, 09 Maret 2015 | Posted in ,



Herson Mayulu
MOLIBAGU – Kharisma yang dimiliki H Herson Mayulu (H2M) SIP tak bisa diragukan lagi. Orang nomor satu di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) ini merupakan salah satu figur politisi yang dianggap sukses, serta dikenal dengan sifat familiarnya. Ini terbukti dengan dipercayanya H2M untuk kembali menakhodai Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), lima tahun ke depan.
Diakui, partai berlambang moncong putih ini berjaya di tangannya. PDIP sukses menjadi pemenang pemilu tahun 2014 lalu. Jumlah perolehan kursi di DPRD Bolsel pun naik signifikan. Bayangkan saja, jika sebelumnya hanya meraih dua kursi, kini fraksi PDIP menjadi ‘penguasa’ DPRD Bolsel dengan koleksi delapan anggota legislatif (Aleg). Hal ini yang membuat para pengurus dan anggota PDIP Bolsel kembali menyerahkan tongkat kepemimpinan kepada H2M. Terbukti saat konferensi cabang yang digelar di Grand Kawanua, Manado akhir pekan lalu, lima pengurus PAC secara bulat mempercayakan bupati pertama pilihan rakyat ini memimpin kembali DPC PDIP.
Menurut Ketua PAC Pinolosian, Murtiman Gonibala, Mayulu figur pemimpin yang tepat. "Terbukti PDIP jadi besar karena kepemimpinannya," tutur Gonibala akhir pekan lalu.
Sementara itu, Hi Herson Mayulu, SIP menyampaikan terima kasih atas kepercayaan seluruh pengurus dan kader partai. Ke depan agenda yang harus segera diseriusi baik pengurus, kader dan simpatisan adalah menghadapi pemilihan gubernur dan bupati. "Mari sama-sama kita besarkan partai," ajak papa Ven, sapaan akrabnya.





Peliput : Febby Manoppo
Editor  : M. Saputra Tohis

Relawan Forward H2M Siap Dikukuhkan

Posted by Unknown | Minggu, 08 Februari 2015 | Posted in ,



BOLSEL - Meskipun jadwal tahapan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bolaang Mongondow Selatan belum diumumkan secara resmi oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Bolsel, namun beberapa kandidat yang siap untuk maju dalam Pilkada nanti mulai mempersiapkan diri.

Terbukti dengan akan dilantiknya “Forward H2M” yang merupakan tim muda pemenangan untuk Hi Herson Mayulu yang merupakan calon Incumbent yang dielukan masyarakat Bolsel untuk maju kembali memimpin Bolsel periode berikutnya.

Koordinator umum Forward H2M, Parindo Potabuga saat bersua dengan BOLMONG FOX menyampaikan bahwa organisasi sayap pemenangan ini dibentuk oleh komunitas pemuda yg ada di Pinolosian Tengah dan Pinolosian Timur.

"Struktur relawan Forward H2M sudah terbentuk dan siap dilantik. Jumlah relawan ada 356 orang, mereka adalah keterwakilan dari tiap-tiap desa di dua kecamatan," ujarnya.

Parindo yang juga dikenal sebagai aktivis vokal ini juga menjelaskan, lahirnya Forward H2M dikarenakan melihat fakta kemajuan Kabupaten Bolmong Selatan selama dipimpin Bupati Hi Herson Mayulu.

"Kami melihat kondisi Bolsel telah mengalami perubahan signifikan. Atas dasar keinginan kami untuk melanjutkan progres pembangunan yang sedang berjalan, maka kami memberi dukungan kepada Hi Herson Mayulu untuk bisa maju dan terpilih kembali sebagai Bupati Bolsel periode depan," tambahnya.

"Tahun 2010 sampai 2015 Bolsel mampu berkembang dengan bukti berbagai perubahan. Insya Allah jika periode depan Bolsel masih dipimpin Hi Herson Mayulu, maka kami yakin Bolsel tahun 2020 akan bisa menjadi daerah hebat yang mampu bersaing dengan daerah-daerah lain yang ada di Sulawesi Utara," ujar Parindo menutup pembicaraan.





Peliput: Mendy Paputungan
Editor: David Sumilat


Festival Tulude 2015 di Bolsel, Sukses dan Meriah

Posted by Unknown | Minggu, 01 Februari 2015 | Posted in , , ,

Bupati Herson Mayulu saat memotong kue tamu dalam festival Tulude. (foto:febbymanoppo/bfox)
BOLSEL - Festival Budaya Tulude, etnis Sangihe yang ada di Bolmong selatan  (Bolsel) yang dipusatkan di desa Dumagin Kecamatan Pinolosian Timur (Pin-Tim), berlangsung sukses dan meriah.

Bupati Hi Herson Mayulu Sip dalam sambutanya antara lain mengatakan, akan terus mempertahankan tradisi dan budaya masyarakat Bolsel, sesuai dengan visi misi daerah yakni Religius, berbudaya, maju dan sejahtera.

"Festival budaya akan terus kita pertahankan bersama, sebab jika tidak diisi oleh masyarakat yang religius maka akan sangat sulit memajukan daerah tersebut, begitu juga dengan budaya  adalah tradisi yang sudah diwariskan turun temurun oleh leluhur kita, maka harus senantiasa dipertahankan bukan dihilangkan, seiring moderenisasi jaman saat ini. Kedua hal ini merupakan pondasi yang kuat dalam membangun daerah,"ujar H2M.

Lanjutnya, Festival Tulude ini merupakan budaya umat kristiani yang ada Di Bolsel, ini merupakan salah satu pemersatu bagi masyarakat Bolsel yang memiliki keanekaragaman baik budaya,suku,serta agama. "Saya harap perayaan festival Tulude tahun depan dapat dilaksanakan lebih semarak lagi,"Ungkap Mayulu.

Kegiatan yang dipelopori oleh Dinas Pariwisata ekonomi dan kreartif (Disparekraf) ini juga mengadakan lomba Seni dan budaya etnis Sangihe yakni Masamper dan Empat Wayer yang sudah digelar pada Jumat (30/1) oleh panitia lokal.

Acara yang dihadiri Bupati Bolsel Hi.Herson Mayulu SIP, wabup Syamsul Bahri Badu,Ketua DPRD Bolsel Marsel Aliu, Dandim 1303 Bolmong,Wakapolres Bolmong, Kepala BPMD Provinsi Sulut, kepala BKKBN Provinsi Sulut, Kapolsek Bolaang Uki,Anggota Legislatif Bolsel,pimpinan SKPD,para Camat dan Sangadi,serta seluruh masyarakat Bolsel khususnya etnis Sangihe, yang dimulai dengan didaulatnya Bupati Bolsel oleh para sesepuh etnis Sangihe sebagai Datumbanua.

Dalam sambutannya Bupati mengatakan akan terus mempertahankan festival kebudayaan yang ada Di Bolsel, sesuai dengan visi misi daerah yakni Religius,berbudaya,maju dan sejahtera.

"Festival budaya seperti ini akan terus kita pertahankan bersama,sebab suatu daerah jika tidak diisi oleh masyarakat yang religius maka akan sangat sulit memajukan daerah tersebut,karena jika manusia yang religius berarti dia patuh pada semua syariat agama yang dianutnya maka dengan sendirinya didalam kehidupan bermasyarakat pasti akan ikut mendukung program pemerintah, serta berbudaya.  Budaya adalah tradisi yang sudah diwariskan turun temurun oleh leluhur kita,maka harus senantiasa dipertahankan bukan dihilangkan seiring moderenisasi jaman saat ini. Kedua hal ini merupakan pondasi yang kuat dalam membangun daerah,"ujar H2M.

Lanjutnya, Festival Tulude ini merupakan budaya umat kristiani yang ada Di Bolsel, ini merupakan salah satu pemersatu bagi masyarakat Bolsel yang memiliki keanekaragaman baik budaya,suku,serta agama.

"Saya harap perayaan festival tulude tahun depan dapat dilaksanakan lebih semarak lagi,"Ungkap Mayulu.

Kegiatan yang dipelopori oleh Dinas Pariwisata ekonomi dan kreartif (Disparekraf) ini juga mengadakan lomba Seni dan budaya etnis Sangihe yakni Masamper dan Empat Wayer yang sudah digelar pada Jumat (30/1) oleh panitia lokal.




Peliput: Febby Manoppo
Editor: Sumitro Dolot

Bolsel Koleksi Ribuan Janda dan Duda

Posted by Unknown | Kamis, 29 Januari 2015 | Posted in ,


Ilustrasi.
MOLIBAGU – Angka perceraian di Kabupaten Bolmong Selatan (Bolsel) dalam dua tahun terakhir terbukti cukup tinggi. Kenyataan ini, dapat dilihat dari tingginya jumlah single parent atau yang akrab dikenal janda dan duda yang terhitung mencapai hingga ribuan orang.  

Buktinya, dalam kurun waktu kurang lebih dua tahun saja,  terhitung semenjak dari tahun 2013 hingga 2014, daerah paling selatan Bolmong Raya (BMR) tersebut,  telah mengoleksi sedikitnya 1.600 total janda dan duda.

Dengan klasifikasi untuk perempuan janda 1.010 orang, masing-masing di Kecamatan Bolaang Uki 346 orang, Posigadan 298 orang, Pinolosian Induk 185 orang, Pinolosian Tengah 79 orang, dan sisanya di Pinolosian Timur berjumlah 102 orang.

Sementara, untuk duda berjumlah 590 orang masing-masing tersebar di Kecamatan Bolaang Uki 105 orang, Posigadan 298 orang, Pinolosian Induk 64 orang, Pinolosian Tengah 52 orang, dan Pinolosian Timur 71 orang.

Kepala Badan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BKBPP dan PA) Bolsel, Sherly Abdullah, mengatakan angka tersebut sangat beragam. "Tidak semuanya berasal dari perceraian, tapi sebagian pasangannya meninggal dunia dan dari mereka juga di antaranya juga sudah memiliki anak dan ada juga yang belum," ungkap Sherly Abdullah, Kamis (29/1) kemarin.

Di sisi lain, ditanya soal bantuan modal usaha kepada para janda ini, Sherly mengatakan, pihaknya sering melakukan penyuluhan kepada para ibu rumah tangga agar bisa menghasilkan uang sendiri. "Untuk bantuan modal usaha sepertinya belum ada, namun pemerintah biasa mengklasifikasi bantuan dalam golongan mampu atau tidak mampu," katanya.






Peliput: febby Manoppo
Editor: David Sumilat

Pengurusan Akta Kematian di Bolsel Minim

Posted by Unknown | Jumat, 19 Desember 2014 | Posted in

Kematian.
MOLIBAGU - Minimnya minat warga Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), perihal kepengurusan Akte Kematian disayangkan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil).

Dalam hal Akte ini, tak seperti pengurusan berkas dokumen lainnya seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK) serta Akta Kelahiran yang membludak. Akta Kematian yang juga merupakan hal wajib untuk diurus oleh warga justru nyaris tak ada peminat.

Padahal melalui akta kematian tersebut, dapat diambil perubahan data terlebih pada Kartu Keluarga yang sudah dibuat.

Kadis Dukcapil Bolsel Gunawan Otuh, menilai masyarakat belum memahami pentingnya Akte Kematian, sehingga saat ini masih sangat minim yang mengurusnya. "Harusnya keluarga proaktif karena dokumen ini juga sangat penting," ujar Gunawan, Rabu (17/12/2014).

Lanjutnya, pengurusan Akte Kematian berhubungan dengan data base kependudukan. Jika tidak diurus otomatis penduduk yang telah meninggal dunia masih terdaftar sebagai penduduk/pemilih. Karena tidak terhapus dalam database kependudukan.

"Hal ini sudah sering disosialisasikan, termasuk dari aparat desa. Tapi memang perhatian dari masyarakat yang masih kurang," kata Otuh.

Masih kata Gunawan, mekanismenya sangat sederhana. Cukup meminta surat keterangan Kepala Desa (sangadi). Tujuan pengurusan Akte Kematian juga terkait perubahan KK. Karena anggota keluarga yang sudah meninggal akan dihapus dari KK.

"Kemudian, akta kematian ini juga berhubungan dengan warisan. Biasanya pengadilan meminta ini, sebagai bukti bahwa yang bersangkutan benar-benar telah, meninggal dunia," ungkapnya.













Peliput: Feby Manoppo
Editor:David Sumilat

Popular Posts