Headlines

Pesawat Airbus Germanwings Jatuh di Prancis

Posted by Unknown | Rabu, 25 Maret 2015 | Posted in , , ,

Ilustrasi
PESAWAT milik maskapai murah Germanwings bertipe Airbus 320, yang merupakan anak perusahaan dari Lufthansa, dilaporkan jatuh di Prancis sebelah selatan, Selasa (24/3) kemarin. Pesawat ini diperkirakan jatuh di pegunungan Alpen, dan diketahui membawa 150 orang yang terdiri dari 144 penumpang dan enam orang awak.

Hingga kini, belum diketahui penyebab pasti pesawat yang dikenal merupakan penerbangan murah favorit warga Jerman itu mengalami kecelakaan. Meski demikian, banyak pihak menyebut bahwa peluang hidup para korban sangat kecil.
Dilansir dari CNN, Selasa, (24/3) hari yang sama, menurut sebuah tracker penerbangan online yang mencatat ketinggian, pesawat itu menukik 14 ribu kaki hanya dalam hitungan enam menit.

Sebelumnya, pesawat dilaporkan terbang normal di ketinggian 38 ribu kaki. Namun dalam hitungan menit, pesawat itu menukik hingga di ketinggian 24 ribu kaki.

Menurut analis penerbangan Mary Schiavo, kondisi ini menggambarkan bahwa pesawat tidak dalam keadaan mati mesin. Sebab, pesawat masih bisa terbang sebelum akhirnya jatuh.

"Seandainya mati mesin, pesawat akan jatuh dalam hitungan menit. Jadi saya mengambil kesimpulan bahwa pesawat itu meluncur dengan bimbingan pilot," kata Schiavo.

Sementara itu, dilaporkan jika tim responden darurat telah dikirim ke daerah kecelakaan. Sebuah helikopter juga telah dikerahkan untuk mencoba menemukan lokasi jatuhnya pesawat.

Menurut Wali Kota Barcelonnette, Pierre Martin-Charpenel, lokasi kecelakaan pesawat merupakan wilayah yang hampir tak ada penduduk. "Dulu banyak dihuni pada abad ke-19, tetapi hampir tidak ada orang yang tinggal di sana sekarang," katanya.
Namun disaat yang sama, Maskapai Germanwings meralat jumlah penumpang sekaligus kru yang berada di pesawat Airbus 320. Melalui situs resminya, petang ini, Germanwings menyebut bahwa jumlah penumpang sekaligus kru yang berada di dalam pesawat nahas itu sebanyak 150 orang. Dari 150 tersebut, 144 merupakan penumpang, sementara enam lainnya adalah awak pesawat.
"Semua karyawan Wings Jerman dan Lufthansa menyesal dengan peristiwa ini. Kami semua sangat sedih dan terkejut. Kami membayangkan penderitaan para korban dan keluarga," ucap Germanwings dalam keterangan resminya.
Sementara itu, Chief Executive Officer (CEO) Lufthansa, Carsten Spohr mengatakan jika peristiwa ini akan menjadi "hari yang suram" untuk perusahaan maskapai tersebut.

Ini Penjelasan Nasa Tentang Video Alien di Bulan

Posted by Unknown | Minggu, 17 Agustus 2014 | Posted in ,

SETELAH dihebohkan dengan video Youtube yang menunjukkan keberadaan penampakan yang diduga sosok alien yang sedang berjalan di permukaan bulan, kini Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mengklaim telah menemukan bukti akurat dari misteri tersebut.

NASA mengatakan objek tersebut disebabkan adanya seperti debu atau bulu mata yang menempel pada negatif film yang diambil dalam video itu.

Seperti yang diberitakan Daily Mail, Sabtu 16 Agustus 2014, Noah Petro, seorang ilmuwan wakil proyek untuk misi Lunar Renaissance Orbiter (LROC) yang kini mengorbit bulan mengatakan gambar itu disebabkan beberapa kemungkinan.

"Tebakan terbaik saya adalah bahwa sesuatu seperti debu atau bulu mata menempel pada negatif film," ujar Petro.

Petro menjelaskan bahwa gambar itu diambil oleh Apollo 15 atau 17 yang ditugaskan untuk ke bulan pada 1971 dan 1972. Lebih lanjut lagi, ia mengungkapkan saat itu merupakan zaman yang belum tersentuh oleh teknologi mutakhir untuk perawatan film.

"Ingat, ini terjadi di zaman pra-digital ketika segala macam hal-hal buruk bisa terjadi pada film," jelasnya.

Sebelumnya, situs berbagi video, Youtube, dikejutkan oleh sebuah video yang diunggah oleh akun bernama Wowforreel di awal pekan ini. Dalam seminggu tersebut, video itu sudah ditonton lebih dari dua juta kali dalam waktu kurang dari sebulan.

Wowforreel mengatakan, ia menemukan sosok diduga alien yang menggunakan fitur Google Moon pada koordinat 27° 34'26.35 "N 19° 36'4.75" W, setelah mendapatkan tips dari pengguna web lainnya bernama Jasenko.

Banyak spekulasi dari penemuan tersebut, seperti salah satunya akibat dari fenomena psikologis yaitu Pareidolia, yaitu otak merespons ketika melihat sesuatu yang mirip dengan wajah atau bentuk dikenal lainnya di awan, asteroid, bulan, dan lainnya.



Sumber: Vivanews

Plato Tidak Bohong, Atlantis Pernah Ada di Indonesia

Posted by Unknown | Kamis, 19 Juni 2014 | Posted in

MISTERI- Atlantis adalah misteri yang menggoda para ilmuwan, dan kaum
spritualis untuk menelisik kembali peradaban maju manusia yang, konon,
hilang ditelan bumi. Sampai saat ini, setidaknya ada ribuan buku telah
ditulis ihwal legenda itu.

Pada mulanya adalah Plato (427-347 SM), filsuf Yunani, mencatat cerita
soal benua hilang itu dalam dua karyanya, Timaeus dan Critias. Keduanya
adalah karya terakhir Plato, yang ditulis pada 347 SM.

Berdasarkan dua karya Plato itu, DR Danny Hilman Natawidjaja, menelurkan
sebuah buku yang berjudul "Plato Tidak Bohong, Atlantis Pernah Ada di
Indonesia."

"Konsep utama unsur pembentukan alam terdiri dari air, api, tanah, dan
udara. Semua itu tertuang dalam dua karya Plato Timaeus dan Critias,
jadi tidak mungkin Plato berbohong dan berkhayal," kata Danny Hilman, di
sela acara Diskusi Bencana dan Peradaban dan Peluncuran Buku "Plato
Tidak Bohong, Atlantis Pernah Ada di Indonesia," di Jakarta, 20 Mei
2013.

Danny menambahkan, dua karya Plato itu berasal dari manuskrip yang
dimiliki oleh kakeknya yang didapat dari Mesir yang sudah ditranskip ke
dalam bahasa Yunani.

Di karya Critias menyebutkan kalau Atlantis berasal dari 9.600 SM atau
11.600 tahun yang lalu. Atlantis dijelaskan sebagai wilayah tropis,
bertemperatur sedang, berbentuk daratan besar yang sangat indah, subur,
banyak sumber air, flora, fauna, dan bahan tambang logam mineral.

"Di karya itu juga dikatakan ada dua binatang buas di Atlantis. Apakah
itu harimau atau komodo?" ujar Danny.

Mirip dengan Indonesia

Kesamaan Atlantis dan di Indonesia juga terlihat dari manuskrip kuno
yang digunakan Plato untuk menjelaskan Atlantis, seperti adanya sungai,
gunung berapi, masyarakatnya bisa membangun candi, habitat padat,
masyarakat yang taat agama, patuh hukum, dan tidak mementingkan harta.

"Dari sisi demografi, Atlantis sangat mirip dengan Indonesia," kata
Danny.

Ia juga menyampaikan, Atlantis hilang karena curah hujan yang sangat
besar pada saat itu, sehingga menyebabkan banjir besar dan kemudian
menenggelamkan Atlantis.

"Proses menghilangnya Atlantis tidak dalam waktu sehari semalam, tapi
terjadi selama beribu-ribu tahun yang disebabkan banjir yang terus
menerus datang," jelas Danny.

Sementara di karya Timiaeus, Plato menjelaskan, bukan hanya banjir yang
menyebabkan hilangnya Atlantis. Tapi, masih banyak bencana lain yang
menyebabkan musnahnya Atlantis dan peradabannya.

"Bencana-bencana di Indonesia juga sering terjadi, seperti gempa bumi,
gunung meletus, tsunami, dan lainnya. Dari konsep bencana katastrofi dan
musnahnya peradaban, banyak juga peradaban di Indonesia yang hancur
karena adanya bencana," tutup Danny.(vvn)

Popular Posts