Headlines
Terbit pada:Kamis, 19 Juni 2014
Ditulis oleh: Unknown

Plato Tidak Bohong, Atlantis Pernah Ada di Indonesia

MISTERI- Atlantis adalah misteri yang menggoda para ilmuwan, dan kaum
spritualis untuk menelisik kembali peradaban maju manusia yang, konon,
hilang ditelan bumi. Sampai saat ini, setidaknya ada ribuan buku telah
ditulis ihwal legenda itu.

Pada mulanya adalah Plato (427-347 SM), filsuf Yunani, mencatat cerita
soal benua hilang itu dalam dua karyanya, Timaeus dan Critias. Keduanya
adalah karya terakhir Plato, yang ditulis pada 347 SM.

Berdasarkan dua karya Plato itu, DR Danny Hilman Natawidjaja, menelurkan
sebuah buku yang berjudul "Plato Tidak Bohong, Atlantis Pernah Ada di
Indonesia."

"Konsep utama unsur pembentukan alam terdiri dari air, api, tanah, dan
udara. Semua itu tertuang dalam dua karya Plato Timaeus dan Critias,
jadi tidak mungkin Plato berbohong dan berkhayal," kata Danny Hilman, di
sela acara Diskusi Bencana dan Peradaban dan Peluncuran Buku "Plato
Tidak Bohong, Atlantis Pernah Ada di Indonesia," di Jakarta, 20 Mei
2013.

Danny menambahkan, dua karya Plato itu berasal dari manuskrip yang
dimiliki oleh kakeknya yang didapat dari Mesir yang sudah ditranskip ke
dalam bahasa Yunani.

Di karya Critias menyebutkan kalau Atlantis berasal dari 9.600 SM atau
11.600 tahun yang lalu. Atlantis dijelaskan sebagai wilayah tropis,
bertemperatur sedang, berbentuk daratan besar yang sangat indah, subur,
banyak sumber air, flora, fauna, dan bahan tambang logam mineral.

"Di karya itu juga dikatakan ada dua binatang buas di Atlantis. Apakah
itu harimau atau komodo?" ujar Danny.

Mirip dengan Indonesia

Kesamaan Atlantis dan di Indonesia juga terlihat dari manuskrip kuno
yang digunakan Plato untuk menjelaskan Atlantis, seperti adanya sungai,
gunung berapi, masyarakatnya bisa membangun candi, habitat padat,
masyarakat yang taat agama, patuh hukum, dan tidak mementingkan harta.

"Dari sisi demografi, Atlantis sangat mirip dengan Indonesia," kata
Danny.

Ia juga menyampaikan, Atlantis hilang karena curah hujan yang sangat
besar pada saat itu, sehingga menyebabkan banjir besar dan kemudian
menenggelamkan Atlantis.

"Proses menghilangnya Atlantis tidak dalam waktu sehari semalam, tapi
terjadi selama beribu-ribu tahun yang disebabkan banjir yang terus
menerus datang," jelas Danny.

Sementara di karya Timiaeus, Plato menjelaskan, bukan hanya banjir yang
menyebabkan hilangnya Atlantis. Tapi, masih banyak bencana lain yang
menyebabkan musnahnya Atlantis dan peradabannya.

"Bencana-bencana di Indonesia juga sering terjadi, seperti gempa bumi,
gunung meletus, tsunami, dan lainnya. Dari konsep bencana katastrofi dan
musnahnya peradaban, banyak juga peradaban di Indonesia yang hancur
karena adanya bencana," tutup Danny.(vvn)

Detail online

Ditulis oleh: Unknown pada 01.57. Dibawah rubrik . Anda dapat mengikuti respon ini melalui Facebook - Twitter. Tinggalkan komentar untuk Bolmongfox

By Unknown on 01.57. Dibawah rubrik . Follow any responses to the RSS 2.0. Leave a response

0 komentar for "Plato Tidak Bohong, Atlantis Pernah Ada di Indonesia"

Leave a reply

Popular Posts